Life in Japan

Cerita-cerita di sela kuliah dan kerja yang tidak masuk kronologi utama — dari pelajaran mahal soal nenkin, biaya kuliah, dan potongan gaji, sampai hal-hal sehari-hari sebagai orang asing di Jepang: komuter, urusan visa, dan masak sendiri di apartemen.


Seri Lengkapnya

  1. Nenkin: Tagihan yang Menunggu Lima Tahun
    Kevin tidak pernah mendaftar nenkin selama 5 tahun jadi mahasiswa di Jepang. Perusahaan memintanya saat mulai kerja — dan tahun pertamanya bekerja, dia membayar dobel.
  2. Keringanan Biaya Kuliah: Karena Digaji Bukan Berarti Gratis Kuliah
    NIMS-GRA menggaji, tapi tidak membayar kuliahmu. Kevin menjalani 5 tahun mengajukan 授業料免除 setiap semester — potongan 50% yang menentukan liburan atau bento.
  3. Potongan Gaji di Jepang: Kejutannya Bukan di Slip Pertama
    Slip gaji Jepang tidak mengagetkan Kevin — dia sudah 'dilatih' sebagai NIMS Junior Researcher. Yang mengagetkan justru kenaikan gaji: potongan bulanan melonjak dari ±¥50.000 ke hampir ¥70.000.
  4. Mulai NISA Saat Masih Mahasiswa: Jujur, Begini Rasanya
    Kevin mulai investasi NISA saat masih mahasiswa S3 di Jepang — tertarik bebas pajaknya NEW NISA dan percaya pada konsistensi. Bagian jujurnya: investasinya sering merangkap dana darurat.
  5. Membeli Mobil Bekas di Jepang Sebagai Orang Asing
    Tsukuba enak untuk tinggal, tapi transportasinya tidak semudah itu. Kevin cerita bagaimana dia menemukan kei car bekas ¥160.000 lewat grup Facebook — dan kenapa itu jadi 'bayar lalu jalan'.
  6. Biaya Nyata Punya Mobil di Jepang (dan Kenapa Tokyo Mengakhirinya)
    ¥160.000 cuma harga mobilnya. Kevin merinci biaya bulanan sebenarnya dari punya kei car di Jepang — dan kenapa pindah ke Tokyo membuat mobil yang sama jadi tidak masuk akal.
  7. Road Trip Kei Car ke Wakayama: Merayakan Sidang Doktor
    Setelah sidang doktor terakhir, Kevin, istrinya, dan seorang teman menempuh 600+ km dari Tsukuba ke Arida, Wakayama, naik kei car ¥160.000 — perjalanan terjauh yang pernah mobil itu tempuh.
  8. Satu Jalur, Dua Dunia: Rush Hour di Jalur Odakyū
    Dua rute komuter, satu jalur kereta yang sama. Kevin cerita kenapa naik ke arah Tokyo dan menjauh dari Tokyo di jalur Odakyū terasa seperti dua dunia berbeda.
  9. Visa 3 Bulan: Sudah di Jepang, Tapi Belum "Ada"
    Datang ke Jepang dengan visa researcher 3 bulan berarti tidak dapat residence card — tidak bisa sewa apartemen, buat nomor HP, atau buka rekening bank. Termasuk gaji yang dibayar tunai dalam amplop.
  10. Pandemi Tidak Mengubah Rutinitas Saya — Karena Rutinitasnya Memang Begitu
    Saat darurat COVID diumumkan, hidup harian Kevin nyaris tidak berubah: bangun, ke NIMS, pulang. Yang hilang justru kehidupan kampus yang dia bayangkan — plus trik stiker diskon bento.
  11. Yang Jepang Berikan pada Mahasiswa Asing Saat Pandemi
    Bantuan tunai ¥100.000 dari pemerintah, bantuan tambahan dari universitas, dan proses vaksinasi yang sederhana — sebagai penduduk asing, Kevin diperlakukan sama seperti warga lainnya.
  12. Gurita ¥686: Sabtu Pagi di Pasar Ikan Tsuchiura
    Suatu Sabtu di November 2022, Kevin membeli 266 gram gurita di pasar ikan Tsuchiura seharga ¥686, lalu menghabiskan sore itu mengubahnya jadi takoyaki di apartemen mahasiswa di Tsukuba.
  13. Dari "Tidak Boleh Menyewa" ke Pindahan Dibayar Perusahaan: Menyewa Rumah di Jepang, 2020–2025
    Lima tahun urusan tempat tinggal di Jepang: dari menumpang karena belum boleh menyewa, 3K di Tsukuba seharga ¥37.000 per bulan, sampai pindahan yang biaya depositnya dibayar perusahaan.
  14. My Number Card Tidak Ikut Diperbarui Bersama Residence Card
    Masa berlaku My Number Card penduduk asing mengikuti masa tinggalnya — tapi memperbarui residence card tidak menggeser tanggalnya. Ini yang saya dapat di kantor ward, dan tanggal mana yang sebenarnya mengikat.
  15. Di Visa Highly Skilled Professional, Ganti Kerja Berarti Mengajukan Ulang
    Di visa 技人国, ganti kerja cukup notifikasi online. Di Highly Skilled Professional, ganti kerja berarti pengajuan perubahan status penuh — karena poinmu harus dihitung ulang.
  16. Proposal Riset Doktor yang Tidak Pernah Saya Jalankan
    Dokumen tersulit dalam pendaftaran doktor saya adalah proposal riset. Tidak satu baris pun akhirnya saya jalankan — dan topik disertasi saya yang sebenarnya datang tidak sengaja, berbulan-bulan kemudian.
  17. Sepuluh Kali Ujian JLPT, Dua Sertifikat
    Saya sudah sepuluh kali ikut JLPT dan baru dua kali lulus — ini semua skornya. Empat ujian untuk lulus N3, N2 gagal di Indonesia dan lulus di Jepang, lalu tiga kali gagal N1.

Serinya masih terus berjalan — cerita baru akan muncul di halaman ini.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah mahasiswa asing wajib mendaftar nenkin?

Wajib. Semua penduduk Jepang berusia 20 tahun ke atas wajib terdaftar di sistem pensiun nasional — termasuk mahasiswa tanpa penghasilan. Mahasiswa bisa mengajukan pengecualian pembayaran (学生納付特例); ajukan segera setelah tiba dan perbarui setiap tahun.

Baca selengkapnya →

Berapa besar potongan gaji di Jepang?

Gaji di kontrak dan angka yang masuk rekening berbeda jauh: pajak, pensiun, dan asuransi kesehatan memotong duluan. Dan potongannya mengikuti level gaji — saat gaji saya naik, total potongan bulanan ikut melonjak dari sekitar ¥50.000 menjadi hampir ¥70.000.

Baca selengkapnya →

Bisakah mulai berinvestasi lewat NISA saat masih mahasiswa?

Saya sendiri memulainya saat masih mahasiswa — prinsipnya mulai kecil dan konsisten. Tapi ini pengalaman pribadi, bukan nasihat investasi: pelajari ketentuan resmi NISA yang bisa berubah dari waktu ke waktu.

Baca selengkapnya →

Apakah gaji riset seperti NIMS-GRA sama dengan beasiswa?

Berbeda, dan bedanya penting: gaji riset dihitung sebagai penghasilan — kena pajak dan premi asuransi seperti pekerja — sedangkan beasiswa tidak. Jumlah yang sama di rekening bisa menyisakan angka yang sangat berbeda.

Baca selengkapnya →