Pengalaman Kuliah: S1 hingga S3

Perjalanan akademis saya dimulai dari bangku S1 Fisika di ITB Bandung, melewati masa transisi yang penuh ketidakpastian, hingga akhirnya mendarat di Jepang untuk S2 dan S3 di University of Tsukuba. Totalnya hampir 7 tahun perjalanan belajar — dan di sini saya dokumentasikan semuanya secara jujur, termasuk proses, kegagalan, dan pelajaran di baliknya.

Pilih bagian yang paling relevan buat kamu:


🎓 S1 — Institut Teknologi Bandung

Agustus 2014 – Oktober 2018

(Segera hadir)


🔄 Masa Transisi — Setelah S1

Oktober 2018 – Awal 2020

Masa antara lulus S1 dan mulai S2 di Jepang — persiapan, kegagalan beasiswa MEXT, dan satu perkenalan yang mengubah segalanya.

👉 Baca cerita masa transisi →


🇯🇵 S2 — University of Tsukuba

April 2020 – Maret 2022 · Applied Physics

Dari TOEIC, NIMS-GRA, kuliah di tengah pandemi, sampai keputusan lanjut S3.

👉 Baca perjalanan S2 →


🔬 S3 — University of Tsukuba

April 2022 – Maret 2025 · Materials Science & Engineering

Tiga tahun, tiga jurnal first author, dan satu gelar doktor.

👉 Baca perjalanan S3 →


Kalau ada pertanyaan spesifik, jangan ragu hubungi saya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah harus bisa bahasa Jepang untuk kuliah S2/S3 di Jepang?

Tidak selalu. Untuk pendaftaran S2 saya di University of Tsukuba, syarat bahasanya justru bahasa Inggris — dinilai dari sertifikat seperti TOEIC atau TOEFL, bukan JLPT. Tapi untuk kehidupan sehari-hari di luar kampus, kemampuan bahasa Jepang dasar sangat membantu.

Baca selengkapnya →

Kapan harus mulai mempersiapkan pendaftaran S2 ke Jepang?

Sekitar satu tahun sebelum tahun masuk. Saya mengambil TOEIC pada 2019 untuk pendaftaran Agustus 2019 dan mulai kuliah pada 2020 — urutannya: sertifikat bahasa dulu, lalu aplikasi program riset, dokumen pendaftaran, dan ujian masuk.

Baca selengkapnya →

Jalur pendanaan apa yang tersedia selain beasiswa seperti MEXT?

Salah satu jalur yang saya jalani adalah NIMS-GRA — posisi riset yang menggaji mahasiswanya. Penting dipahami: ini gaji riset, bukan beasiswa, jadi biaya kuliah tetap tanggungan sendiri.

Baca selengkapnya →

Apakah biaya kuliah di Jepang bisa diringankan?

Bisa. Universitas di Jepang punya mekanisme keringanan biaya kuliah (授業料免除) yang diajukan setiap semester. Hasilnya tidak dijamin, tapi selama kuliah saya berkali-kali mendapat potongan 50%.

Baca selengkapnya →

Seperti apa ujian masuk S2 di Jepang?

Di program saya (Applied Physics, University of Tsukuba): ujian tulis 500 poin, bahasa Inggris 200 poin, dan wawancara 300 poin. Bagian bahasa Inggris dinilai dari sertifikat yang dikumpulkan saat pendaftaran — tidak ada ujian langsung.

Baca selengkapnya →