Yang Jepang Berikan pada Mahasiswa Asing Saat Pandemi
Saya tiba di Jepang pada Januari 2020 — cukup awal sehingga belum ada karantina kedatangan, dan status darurat pun belum diumumkan. Beberapa minggu kemudian, dunia berubah.
Artikel ini bukan tentang kesulitannya. Ini tentang sesuatu yang justru mengejutkan saya dengan cara yang baik: bagaimana sistem di Jepang memperlakukan penduduk asing ketika keadaan darurat benar-benar datang.
Bantuan Tunai, Dua Kali
Saat program bantuan pandemi bergulir, saya menerima bantuan dua kali.
Pertama, bantuan tunai ¥100.000 dari pemerintah (特別定額給付金). Yang penting untuk digarisbawahi: bantuan ini diberikan kepada penduduk, bukan hanya kepada warga negara Jepang. Sebagai penduduk asing, saya termasuk di dalamnya — tanpa perlu berdebat, tanpa perlu memohon.
Kedua, bantuan tambahan dari universitas untuk para mahasiswanya. Nominalnya sudah saya lupa, dan sejujurnya tidak penting — yang ingin saya simpan dari ingatan itu cukup satu kalimat: universitas saya baik pada mahasiswanya di saat yang tepat.
Buat mahasiswa dengan anggaran ketat, dua bantuan itu benar-benar terasa membantu.
Vaksinasi: Jauh Lebih Sederhana dari Dugaan Saya
Saya sempat membayangkan urusan vaksinasi akan rumit — status penduduk asing, dokumen tambahan, birokrasi berlapis. Ternyata tidak sama sekali.
Prosesnya: surat datang dari kantor kota (city hall) → mendaftar slot secara online → selesai.
Tidak ada jalur khusus yang menyulitkan, tidak ada perlakuan berbeda. Surat yang sama, sistem yang sama, seperti penduduk lainnya.
Kenapa Ini Layak Diceritakan
Ada narasi yang sering beredar bahwa birokrasi Jepang itu menyeramkan bagi orang asing — rumit, kaku, tidak ramah pendatang. Pengalaman saya di masa pandemi justru kebalikannya.
Ketika keadaan benar-benar darurat, sistemnya memasukkan penduduk asing sebagai bagian dari masyarakat, bukan sebagai pengecualian. Bantuan yang sama, surat yang sama, akses yang sama.
Buat kamu yang sedang mempertimbangkan kuliah atau bekerja di Jepang, ini menurut saya penting untuk diketahui: kamu bukan tamu yang berdiri di luar sistem. Begitu kamu terdaftar sebagai penduduk, kamu bagian darinya.
Penutup
Satu harapan kecil untuk menutup: semoga tidak pernah ada pandemi lagi, sehingga tidak ada pemerintah dan universitas yang perlu membagikan bantuan seperti ini kepada siapa pun.
Tapi kalau keadaan sulit datang lagi dalam bentuk lain — saya bersyukur pernah melihat sendiri bagaimana Jepang memperlakukan penduduknya, termasuk yang datang dari jauh.