Visa 3 Bulan: Sudah di Jepang, Tapi Belum “Ada”
Saya mendarat di Jepang pada Januari 2020 dengan visa researcher — dan masa berlakunya cuma 3 bulan.
Kelihatannya sepele. Toh visanya sah, saya sudah di Jepang, riset sudah bisa dimulai. Tapi ada satu konsekuensi yang tidak saya perhitungkan sama sekali: masa tinggal di bawah 3 bulan berarti kamu tidak mendapat residence card (在留カード).
Dan tanpa residence card, secara administratif, kamu praktis belum “ada”.
Apa Saja yang Tidak Bisa Dilakukan Tanpa Residence Card
Daftarnya pendek, tapi isinya justru fondasi hidup sehari-hari:
- Tidak bisa menyewa apartemen.
- Tidak bisa membuat nomor telepon.
- Tidak bisa membuka rekening bank.
Bayangkan posisi itu: kamu peneliti di sebuah institut nasional, sudah bekerja setiap hari, tapi di mata sistem kamu belum bisa memegang satu pun hal dasar yang membuat hidup di Jepang berjalan.
Solusinya: Menumpang Dua Tahun
Untungnya saya tidak sendirian. Saya berbagi apartemen dengan senior saya dari ITB — orang yang sama yang dulu memperkenalkan saya pada program NIMS-GRA, jalur yang membawa saya ke Jepang.
Kami tinggal bersama selama dua tahun penuh, sepanjang masa S2 saya. Kontrak sewanya berakhir bersamaan dengan selesainya S2 — dan dari situ saya baru pindah ke apartemen saya sendiri.
Jadi kalau ditanya siapa yang paling berjasa di awal perjalanan saya di Jepang, jawabannya satu orang: dia bukan cuma membuka pintu kesempatan, tapi juga menyediakan atapnya secara harfiah.
Lalu Gajinya Dibayar Bagaimana?
Ini bagian yang paling sering membuat orang tertawa waktu saya ceritakan. Kalau tidak punya rekening bank, gaji riset saya ditransfer ke mana?
Jawabannya: tidak ditransfer sama sekali. Dibayar tunai, dalam amplop.
Sebuah institut riset nasional, di salah satu negara paling maju di dunia, menyerahkan gaji seorang peneliti dalam amplop — karena di atas kertas, peneliti itu memang belum tercatat sebagai penduduk.
Kenapa Pergantian Visa Itu Penting
Kalau kamu sudah membaca cerita pergantian visa saya dan menganggapnya sekadar urusan dokumen, sekarang kamu tahu konteks sebenarnya. Pergantian status itu bukan formalitas administratif — itu momen ketika hidup sehari-hari saya akhirnya bisa dimulai. Residence card di tangan artinya: rekening bank bisa dibuka, nomor HP bisa dibuat, dan suatu hari nanti, apartemen bisa disewa atas nama sendiri.
Pelajaran Buat Kamu yang Akan Berangkat
Sebelum berangkat ke Jepang, jangan cuma pastikan visamu disetujui — pastikan juga berapa lama masa tinggal yang tertulis di visamu. Kalau kurang dari 3 bulan, siapkan rencana untuk periode tanpa residence card: di mana kamu akan tinggal, bagaimana kamu menerima uang, dan bagaimana kamu bisa dihubungi.
Visa membawamu masuk ke Jepang. Residence card yang membuatmu bisa hidup di dalamnya.
Cek Aturan Terbaru
Ketentuan durasi visa dan penerbitan residence card bisa berubah. Sebelum menyusun rencana, verifikasi ke situs Immigration Services Agency (出入国在留管理庁). Pengalaman saya dari kedatangan tahun 2020.