Tips Persiapan TOEIC untuk Daftar S2 di Jepang – Skor 940/990

Jujur, saya tidak pernah serius belajar TOEIC sebelumnya. Tapi ternyata dua minggu persiapan cukup untuk dapat skor 940 dari 990 — dan itu jadi salah satu kunci masuk S2 di Jepang.

Di artikel ini saya ceritakan pengalaman pertama kali ambil TOEIC, cara belajarnya, dan bagaimana skor TOEIC jadi salah satu syarat penting untuk mendaftar S2 di University of Tsukuba dan program NIMS-GRA.


Kenapa TOEIC, Bukan TOEFL atau IELTS?

Sebagian besar universitas di luar negeri mensyaratkan TOEFL atau IELTS sebagai bukti kemampuan bahasa Inggris. Tapi University of Tsukuba termasuk salah satu yang menerima TOEIC.

Waktu saya mendaftar untuk tahun masuk 2020, TOEIC masih diterima sebagai syarat bahasa Inggris, khususnya di Graduate School of Science and Technology, tempat saya mendaftar pada Agustus 2019. Bahkan ada ketentuannya:

Skor TOEIC 860 atau lebih tinggi otomatis dikonversikan menjadi poin maksimum untuk komponen bahasa Inggris di proses seleksi.

Selain untuk University of Tsukuba, TOEIC juga jadi salah satu syarat untuk mendaftar NIMS Graduate Research Assistantship (NIMS-GRA) — program yang akhirnya jadi jalan masuk saya ke Jepang.

Jadi, kenapa tidak manfaatkan kesempatan ini? TOEIC relatif lebih mudah dipersiapkan dibanding TOEFL atau IELTS, dan hasilnya bisa dipakai untuk dua keperluan sekaligus.


Cara Belajar TOEIC dalam 2 Minggu

Saya tidak belajar dari nol — tidak mengulang tata bahasa atau hapalan kosakata dari awal. Strategi saya sederhana:

Langsung beli buku kumpulan soal TOEIC dan kerjakan semua paketnya.

Awalnya memang agak kaget, terutama di bagian listening. Pertama kali mengerjakan satu set penuh, saya bingung dengan ritme dan gaya soalnya. Tapi setelah satu paket selesai, pola soalnya mulai ketahuan dan saya jadi lebih terbiasa.

Ada beberapa hal yang saya pelajari selama persiapan:

  • TOEIC itu soal kebiasaan, bukan hafalan. Semakin sering dengar dan baca bahasa Inggris sehari-hari, semakin mudah.
  • Soal TOEIC berfokus pada skenario harian — kantor, perjalanan, belanja, percakapan umum. Berbeda jauh dengan TOEFL yang lebih akademis.
  • Bagian listening butuh konsentrasi penuh. Sekali ketinggalan, tidak bisa diulang. Latih fokus dari awal.
  • Manajemen waktu penting. Total 200 soal dalam waktu terbatas — jangan terlalu lama di satu soal.

Hasil Ujian: 940 / 990

Dengan persiapan sekitar dua minggu, hasil ujian TOEIC pertama saya:

BagianSkor
Listening495 / 495 (skor penuh!)
Reading445 / 495
Total940 / 990

Saya cukup bangga dengan hasil ini, terutama karena ini ujian TOEIC pertama saya. Skor di atas 900 termasuk sangat baik, dan yang lebih menyenangkan — skor ini langsung memenuhi syarat poin maksimal untuk komponen bahasa Inggris di pendaftaran S2 University of Tsukuba.


Apakah TOEIC Cukup untuk Daftar S2 di Jepang?

Tergantung universitasnya. University of Tsukuba menerima TOEIC, tapi tidak semua universitas di Jepang demikian. Sebelum mendaftar, selalu cek persyaratan spesifik dari program yang kamu tuju.

Kalau kamu belum punya sertifikat bahasa Inggris apapun dan ingin daftar S2 di Jepang, TOEIC bisa jadi pilihan yang lebih cepat dan terjangkau dibanding TOEFL atau IELTS — asal universitas tujuanmu menerimanya.

Untuk detail proses pendaftaran S2 di University of Tsukuba secara lengkap, termasuk apply NIMS-GRA, saya ceritakan di halaman berikutnya.