Apakah Skill PhD Terpakai di Industri? Proyek Pertama Saya Menjawab

Setiap mahasiswa S3 yang melirik industri menanyakan pertanyaan jam 2 pagi yang sama: apakah semua ini akan terpakai, atau saya baru saja menghabiskan bertahun-tahun menjadi orang yang sulit dipekerjakan? Training tidak bisa menjawabnya. Proyek sungguhan bisa. Ini cerita proyek pertama saya.


OJT — dan Proyek yang Tidak Pernah Terjadi

Setelah fase kelas selesai, datanglah OJT (on-the-job training), dari Agustus sampai November 2025.

Rencana awal untuk saya rapi sekali: bergabung dengan tim thermal engineering yang mengerjakan proyek untuk sebuah produsen mobil besar Jepang. Orang termal masuk tim termal — masuk akal, mudah ditebak.

Rencana itu tidak pernah terjadi. Sebaliknya, saya ditugaskan ke sesuatu yang bahkan bagi perusahaan pun baru pertama kali: pendinginan data center, untuk salah satu konglomerat teknologi terbesar Jepang.

Timnya kecil: tiga engineer — team leader, seorang senior, dan saya — ditambah dua advisor (salah satunya group leader, jabatan setingkat di atas team leader). Tidak ada satu pun dari kami yang familiar dengan Simscape, tool yang akan dipakai membangun sistemnya. Pembagian kerjanya membuat peran saya sangat jelas: team leader mengarahkan apa yang harus kami kerjakan setiap hari dan meng-update hasilnya; sang senior mengerjakan sisi Simulink di fase awal; dan pekerjaan Simscape itu sendiri — desain sistem pendinginnya yang sesungguhnya — semuanya di tangan saya. Beberapa bulan setelah keluar dari kampus, dan saya engineer utama untuk satu-satunya bagian yang tidak dikuasai siapa pun.

Belakangan baru saya tahu bagaimana keputusan itu diambil. Di sebuah 飲み会 (nomikai — acara minum-minum), saya mendengar bahwa sebagian atasan sempat khawatir dengan risiko menempatkan anggota paling baru sebagai penanggung jawab desain utama — sementara sebagian lain mendukung ide itu, karena mereka percaya pada performa saya. Tebakan saya sendiri soal alasannya: mungkin karena saya cepat belajar. Saya tidak akan pernah tahu pasti. Tapi saya bersyukur kubu kedua yang menang.

Proyek pertama, bidang baru untuk perusahaan, dan penanya di tangan yang paling baru. Kalau kamu fresh graduate yang membayangkan ramp-up pelan-pelan — ketahuilah bahwa “tantangan yang belum pernah dikerjakan siapa pun di sini” kadang-kadang mendarat justru di meja yang paling baru.


Tool yang Belum Pernah Saya Sentuh

Masih ada satu komplikasi lagi: proyek ini akan dibangun dengan Simscape, tool pemodelan sistem fisik dari MathWorks.

Training saya hanya mencakup Simulink. Masih saudara, memang — satu keluarga, bahkan satu jendela — tapi Simscape memodelkan jaringan fisik (fluida, massa termal, heat exchanger) dengan cara yang secara fundamental berbeda. Dan tidak ada yang akan mengajarkannya ke saya; tidak ada senior Simscape untuk dibuntuti, karena justru intinya: ini hal baru.

Maka November 2025 menjadi bulan belajar mandiri saya: saya dan dokumentasi resmi MathWorks, halaman demi halaman. Lalu sejak Desember 2025, ketika proyek benar-benar dimulai, saya membangun sistemnya dengan cara yang tampaknya berlaku di setiap proyek engineering sungguhan — mulai dari contoh model MATLAB yang paling mendekati, lalu membentuknya ulang, blok demi blok, menjadi apa yang klien benar-benar inginkan. Proyek berjalan sampai Maret 2026, tutup bersamaan dengan tahun fiskal Jepang.


Jadi — Apakah S3-nya Terpakai?

Ini jawaban jujur saya, dalam dua bagian.

Topiknya tidak terpakai. Meta-skill-nya terpakai — sepenuhnya.

Tidak ada seorang pun di industri yang membutuhkan quantitative phase microscopy saya. Tidak ada yang bertanya soal publikasi saya. Dalam arti itu, kaum pesimis benar: isi sebuah disertasi bisa bernilai sangat kecil di luar lab.

Tapi pikirkan apa yang sebenarnya dilatih oleh S3, di bawah topiknya: kamu disodori tumpukan dokumen padat yang tidak akan dijelaskan siapa pun, dan kamu harus mengubahnya menjadi sesuatu yang bekerja. Selama lima tahun, wujudnya adalah paper dan setup optik. Pada November 2025, wujudnya adalah dokumentasi MathWorks dan sebuah sistem pendingin. Otot yang sama, beban yang berbeda. Belajar tool simulasi profesional sendirian, dari dokumentasi, dengan tenggat, tidak membuat saya gentar — karena itu persis deskripsi pekerjaan seorang mahasiswa doktoral.

Dan domainnya terpakai setengah. Bidang S3 saya adalah optothermal engineering. Separuh optiknya tinggal di rak — tapi separuh termalnya yang membayar sewa: perpindahan panas, resistansi termal, kosakata yang menjadi bahasa dokumentasi itu. Kalau rekan lain harus belajar fisikanya dan tool-nya sekaligus, saya hanya perlu belajar tool-nya.

Kalau kamu sedang di tengah S3 dan cemas: berhentilah bertanya apakah topikmu akan terpakai. Bertanyalah apakah kamu sudah belajar mengajari dirimu sendiri hal-hal sulit dari dokumen primer. Itulah asetnya.


Selanjutnya

Proyek pertama saya berakhir Maret 2026 — bersamaan dengan tahun fiskal, yang ternyata jauh lebih penting dari yang saya kira. Di artikel berikutnya: bagaimana tahun terburuk dalam sejarah produsen mobil Jepang menjalar sampai ke meja saya, dan bagaimana saya menghabiskan satu kuartal menjadi dewa lalu lintas.