Mendaftar NIMS-GRA untuk Program Doktoral (S3) di Jepang
2021 adalah salah satu tahun paling melelahkan dalam perjalanan akademik saya, seperti yang sudah saya ceritakan di Student Seminar Desember 2020. Di tahun yang sama, saya juga harus melewati proses pendaftaran S3 lewat NIMS Graduate Research Assistantship (NIMS-GRA).
Prosesnya hampir sama dengan saat saya mendaftar S2: hal terpenting adalah punya sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Setelah itu, baru bisa mengurus pendaftaran program NIMS-GRA-nya.
Keuntungan Melanjutkan di Lab yang Sama
Idealnya, langkah pertama pendaftaran adalah menghubungi calon pembimbing (prospective supervisor). Tapi karena saya sudah berencana melanjutkan S3 dengan pembimbing yang sama seperti S2, saya bisa “melewati” tahap itu.
Dari sisi dokumen, prosesnya juga lebih mudah — salah satu surat rekomendasi bisa langsung ditulis oleh pembimbing saya sendiri. Ini beda dengan saat daftar S2, ketika saya harus meminta rekomendasi dari dosen pembimbing S1 dan satu dosen lain yang pernah bekerja sama dengan saya di ITB.
Tips buat kamu yang berencana lanjut studi ke jenjang lebih tinggi: rajin-rajinlah menjaga komunikasi dengan dosen. Hubungan baik memudahkan kita mendapat surat rekomendasi, dan di saat yang sama kita dapat masukan akademik yang berharga.
Bagian Tersulit: Menulis Rencana Penelitian S3
Kalau dokumen relatif mudah, menulis rencana penelitian untuk S3 justru jadi bagian yang paling bikin stres. Draft pertama saya terasa tidak realistis dan terlalu ambisius, sampai akhirnya pembimbing menyarankan saya mengubah pendekatannya.
Proses revisi ini menghabiskan banyak waktu dan energi. Untungnya, pembimbing saya sangat sabar membimbing sampai rencana penelitian itu akhirnya solid dan bisa dikumpulkan.
Dari Seleksi Berkas ke Ujian Masuk
Setelah lolos seleksi berkas dari NIMS, saya menyiapkan dokumen tambahan untuk dikirim ke University of Tsukuba. Tibalah hari ujian masuk — saya harus mempresentasikan hasil riset S2 dan rencana riset S3 dalam waktu singkat, sekitar 15 menit.
Ironi: Rencana yang Tidak Pernah Terpakai
Dan lucunya — begitu saya resmi jadi mahasiswa S3, apa yang saya tulis di rencana penelitian itu sama sekali tidak jadi dikerjakan. Topik riset saya berubah total ke arah yang jauh berbeda dari rencana awal.
Dari situ saya belajar satu hal: riset memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Yang terpenting adalah tetap fleksibel, bertahan, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Syarat Kelulusan: Minimal Tiga Paper dalam Tiga Tahun
Program NIMS-GRA punya syarat kelulusan yang cukup berat: minimal tiga paper sebagai first author dalam tiga tahun.
Syukurlah, saya berhasil melampaui target itu — tiga jurnal dalam tiga tahun S3, dengan total empat first-author papers selama lima tahun studi (S2 + S3).