Akhirnya Dapat Tawaran Kerja di Jepang — Lewat Agen

Sepuluh lamaran, sepuluh penolakan. Di artikel sebelumnya saya menulis tentang tembok itu. Artikel ini tentang bagaimana tembok itu akhirnya jebol — dan bukan lewat job fair, bukan lewat portal, bukan lewat koneksi. Melainkan lewat agen.


Masuklah Sang Agen

Dari semua jalur yang saya jalankan bersamaan, yang akhirnya membuahkan hasil adalah ConnectJob, layanan agen untuk kandidat internasional. Merekalah yang memperkenalkan saya ke SOLIZE — perusahaan pertama tempat saya bekerja setelah lulus.

Inilah kenapa saya menyarankan pencari kerja asing untuk tidak melewatkan jalur agen: agen tidak sekadar meneruskan CV-mu. Mereka mencocokkanmu dengan perusahaan yang sudah memutuskan ingin kandidat sepertimu — orang asing, berlatar teknis. Kamu melompati saringan-saringan sunyi yang selama berbulan-bulan menolak saya.

Dan ada manfaat kedua yang sering diremehkan orang: agen mempersiapkanmu menghadapi wawancaranya itu sendiri. Sebelum wawancara sungguhan, ConnectJob mengadakan sesi latihan wawancara bersama saya — memperbaiki 自己紹介 (perkenalan diri) saya, membedah pertanyaan-pertanyaan yang kemungkinan besar akan ditanyakan perusahaan, dan memoles jawaban-jawaban saya. Setelah berbulan-bulan menghadapi wawancara sendirian, masuk ruangan dalam keadaan sesiap itu rasanya seperti pengalaman yang sama sekali berbeda.


Proses Seleksi Termulus Sepanjang Pencarian

Setelah berbulan-bulan ditolak, proses seleksi yang satu ini rasanya mulus sampai hampir mencurigakan:

  1. Wawancara pertama — termasuk sebuah tes sederhana
  2. Wawancara kedua
  3. Selesai.

Wawancaranya sendiri sama sekali berbeda dari yang sudah saya persiapkan mental untuk hadapi. Mereka tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit — justru sebaliknya: para pewawancara menghabiskan sebagian besar waktu untuk berbagi informasi ke saya. Perusahaan seperti apa mereka, pekerjaan seperti apa yang mungkin akan saya kerjakan di sana. Rasanya perusahaan yang saya lamar ini, singkatnya, terbuka — dan kesan itu memberi tahu saya lebih banyak daripada kondisi apa pun yang tertulis di atas kertas.

Tanpa ronde tak berujung, tanpa studi kasus, tanpa penantian yang menggantung. Kadang-kadang, pintu yang terbuka dengan mudah memang pintu yang tepat.


Naitei — Maret 2024

内定 (tawaran kerja) itu datang pada Maret 2024 — secara harfiah tepat satu tahun sebelum kelulusan saya di Maret 2025, dan hanya sekitar empat bulan setelah mulai cari kerja di November 2023.

Di hari kabar itu datang, saya sedang di NIMS mengerjakan riset, seperti hari-hari biasa. Dan reaksi jujur saya bukan kembang api. Melainkan kelegaan:

“Sekarang saya bisa fokus lulus.”

Karena inilah yang diketahui setiap mahasiswa doktoral tapi jarang diucapkan keras-keras: kelulusan tidak pernah 100% pasti. Dan tawaran kerja tidak ada artinya kalau kamu tidak lulus.


Kompromi yang Saya Ambil dengan Mata Terbuka

Saya jujur saja soal tawarannya: angkanya sekitar rata-rata gaji fresh graduate di Jepang. Bukan gaji istimewa untuk lulusan S3.

Saya tahu, kalau terus berburu — lebih keras, lebih lama — kemungkinan besar saya bisa menemukan yang jauh lebih tinggi, level gaji yang pantas untuk seorang doktor atau bahkan posisi postdoc. Saya memilih tidak. Alasan saya dingin dan sederhana:

Semakin saya mengejar tawaran lebih baik adalah satu bulan tambahan dari riset yang menjadi penentu kelulusan saya. Dan tanpa kelulusan, setiap jam yang saya habiskan untuk cari kerja jadi sia-sia.

Maka saya bilang: tidak apa-apa. Kepastian kerja dulu, kelulusan di atas segalanya. Menoleh ke belakang, saya masih yakin itu keputusan yang tepat — dan artikel selanjutnya menjelaskan satu hadiah tak terduga yang tetap terbuka oleh keputusan itu.


Tahun Jeda

Dengan tawaran kerja yang sudah aman setahun penuh sebelum lulus, tahun terakhir S3 saya jadi tidak setegang sebelumnya — meski tetap tahun terberat dalam hidup saya, karena mempublikasikan paper tetaplah bos terakhir yang sesungguhnya.

SOLIZE mengadakan acara 内定者 (pemegang tawaran kerja) selama tahun itu — sayangnya online — dan tidak ada tugas apa pun sebelum masuk kerja. Hanya riset, menulis, dan hitung mundur menuju dua sidang.


Selanjutnya

Masih ada satu lagi kelebihan yang diberikan gelar S3 sebelum kelulusan — dan yang satu ini, sang gelar mendapatkannya dengan adil dan terhormat. Di artikel berikutnya: mengganti visa saya langsung dari 留学 ke 高度専門職1号ロ, status Highly Skilled Professional.