Wisuda S3 (Maret 2025)

Wisuda S3 di Jepang menjadi penutup perjalanan panjang pendidikan formal saya. Pada 25 Maret 2025, saya resmi menyelesaikan program doktor di University of Tsukuba. Tulisan ini berisi pengalaman pribadi mengikuti wisuda S3 di Jepang, suasana acara, serta refleksi setelah bertahun-tahun berkutat di dunia akademik.

Wisuda S3 kemungkinan besar menjadi momen terakhir dalam perjalanan pendidikan formal saya. Gelar doktor merupakan jenjang pendidikan tertinggi yang dapat ditempuh secara akademik, dan pada tanggal 25 Maret 2025 saya resmi dinyatakan lulus dari program doktor University of Tsukuba. Setelah bertahun-tahun menghabiskan waktu, tenaga, dan pikiran, akhirnya semua usaha tersebut terbayar dengan selembar ijazah.

Jika dibandingkan dengan pengalaman wisuda yang pernah saya ikuti sebelumnya, khususnya saat lulus S1 di ITB, wisuda S3 kali ini terasa cukup biasa. Wisuda setelah pandemi di University of Tsukuba tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Perbedaannya hanya pada suasana kampus yang jauh lebih ramai karena kehadiran keluarga para wisudawan, sesuatu yang tidak bisa dirasakan ketika pandemi masih berlangsung. Hal ini juga sejalan dengan yang pernah saya ceritakan pada halaman Wisuda S2 (2022)—bahwa wisuda di Jepang pada umumnya tidak semegah wisuda di Indonesia, khususnya di ITB yang pernah saya rasakan.

Rangkaian acara wisuda pun berlangsung sederhana. Para wisudawan dari departemen yang sama dikumpulkan dalam satu ruangan, kemudian dipanggil satu per satu ke depan untuk menerima ijazah. Setelah seluruh wisudawan menerima ijazah masing-masing, acara pun selesai.

Dari pengalaman pribadi saya, baik wisuda S2 maupun S3 di University of Tsukuba terasa “biasa saja”. Kemungkinan besar hal ini dipengaruhi oleh perbedaan pengalaman emosional yang cukup besar dibandingkan wisuda S1 di ITB, Gap dari pengalaman ini membuat wisuda di Jepang terasa lebih datar secara emosional, meskipun maknanya tetap besar.

Setelah menyelesaikan studi S3, saya akan memasuki fase kehidupan yang dijalani oleh sebagian besar orang, yaitu bekerja di perusahaan. Saya sendiri telah mendaftarkan diri ke perusahaan tempat saya bekerja sekarang sejak sekitar satu tahun sebelum kelulusan. Cerita mengenai proses pencarian kerja dan bagaimana akhirnya saya mendapatkan pekerjaan tersebut akan saya tuliskan di halaman terpisah.

Terkait pertanyaan mengapa saya tidak langsung melanjutkan ke jenjang post-doktoral, jawabannya cukup sederhana: saya ingin beristirahat dari dunia riset. Selama menempuh pendidikan S2 dan S3, kegiatan riset telah menguras cukup banyak tenaga dan pikiran saya. Di fase ini, saya merasa perlu memberi ruang bagi diri sendiri untuk mempelajari hal-hal lain di luar riset, menggali ilmu di bidang yang berbeda, dan memperluas perspektif agar bisa berkembang sebagai pribadi yang lebih baik.

Dengan ini, perjalanan saya dalam seri perkuliahan, khususnya S2 dan S3, saya tutup sementara. Tidak menutup kemungkinan saya akan menambahkan cerita tentang masa S1 di kemudian hari, meskipun untuk itu saya perlu lebih banyak “menggali ingatan” kembali. Untuk saat ini, saya memilih melanjutkan cerita ke fase berikutnya dalam hidup saya: dunia kerja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *