Student seminar (Desember 2022) [Presenter]
Student seminar merupakan agenda rutin yang harus dijalani mahasiswa pascasarjana di Jepang. Bagi mahasiswa doktoral tahun pertama, seminar ini sering kali menjadi ajang adaptasi sekaligus pengenalan arah riset awal di program S3.
Student seminar pada Desember 2022 adalah student seminar ketiga yang saya jalani sebagai mahasiswa, sekaligus yang pertama sebagai mahasiswa doktoral. Jujur saja, sama seperti mahasiswa tahun pertama program magister, mahasiswa tahun pertama doktor biasanya tidak diekspektasikan memiliki banyak hasil. Alasannya sederhana: mereka dianggap masih beradaptasi, apalagi jika tidak menjalani program magister di University of Tsukuba.
Namun, kondisi saya sedikit berbeda. Karena saya sebelumnya sudah menempuh program magister dan melakukan riset di lab yang sama, saya bisa dibilang punya “privilege” lebih dibanding mahasiswa baru yang benar-benar memulai dari nol pada April 2022. Karena itu, saya merasa punya tanggung jawab tambahan—setidaknya untuk menunjukkan bahwa pengalaman dua tahun sebelumnya memberi saya sedikit keunggulan.
Walaupun begitu, topik riset yang saya kerjakan saat menjadi mahasiswa doktor tidak berhubungan dengan topik magister saya. Jadi saya tetap harus memulai dari awal, meski untungnya tidak benar-benar dari nol. Mungkin bisa dibilang saya memulai dari angka 10 dari skala 100, bukan 0.
Mungkin ini terdengar seperti alasan, tetapi sepanjang tahun 2022 awal saya menghabiskan banyak waktu menulis jurnal pertama saya sebagai first author. Prosesnya panjang: menulis paper, melakukan eksperimen tambahan untuk memperkuat argumen, lalu menjalankan simulasi untuk membuktikan bahwa hasil eksperimen konsisten dengan model numerik maupun analitik. Itu semua memakan waktu yang tidak sedikit.
Menjelang student seminar, saya cukup beruntung karena mendapatkan “pencerahan” di hari-hari terakhir sebelum seminar. Saat itu, saya menemukan sebuah metode baru yang memungkinkan pengukuran konduktivitas termal dan thermo-optic coefficient (perubahan indeks bias terhadap suhu) secara simultan dengan memanaskan substrat transparan menggunakan laser. Metode ini cukup menarik dan punya potensi besar untuk riset lanjutan.
Namun, untuk menjaga agar halaman ini tetap ringan, saya tidak akan membahas detail metode tersebut di sini. Cerita teknisnya akan saya tulis terpisah di bagian khusus yang membahas riset-riset saya sebelumnya.
