Pengumuman hasil ujian dan NIMS-GRA

Beberapa minggu setelah menjalani ujian masuk S3—mungkin sekitar dua hingga tiga minggu kemudian—akhirnya hasil seleksi diumumkan. Dari pengumuman itu, saya dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan studi ke jenjang S3 dalam program kolaborasi antara University of Tsukuba dan NIMS.

Pada hari yang sama, saya juga menerima kabar bahwa saya terpilih menjadi NIMS Junior Researcher, sebuah posisi yang akan membiayai biaya hidup saya selama menjalani studi doktoral. Kabar ini benar-benar melegakan.

Berbeda dengan pengalaman saat S2, ketika itu prosesnya jauh lebih menegangkan. Hasil ujian masuk S2 memang diumumkan pada bulan September, tetapi keputusan mengenai beasiswa NIMS Junior baru keluar pada bulan Februari tahun berikutnya. Selama berbulan-bulan itu saya hidup dalam ketidakpastian—takut kalau tidak mendapatkan pendanaan tepat waktu, dan khawatir tidak bisa melanjutkan studi karena alasan finansial.

Untuk S3, semuanya terasa jauh lebih jelas dan lebih cepat. Pengumuman kelulusan dari universitas dan keputusan NIMS Junior keluar bersamaan. Jujur saja, ini membuat saya bisa fokus sepenuhnya pada penyelesaian tesis S2 tanpa harus memikirkan rencana cadangan untuk mencari pendanaan lain.

Setidaknya, untuk kali ini, saya bisa bernapas sedikit lebih lega sebelum memasuki tahap berikutnya: menjadi mahasiswa doktoral dengan target publikasi tiga jurnal first author dalam tiga tahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *