Ujian masuk S3
Ujian masuk S3 di Jepang menjadi salah satu tahap penting dalam perjalanan akademik saya. Untuk program Materials Science and Engineering melalui kolaborasi University of Tsukuba dan NIMS, seleksi dilakukan melalui presentasi riset dan rencana penelitian doktoral. Berikut pengalaman saya menjalani ujian masuk S3 tersebut.
Pada hari ini, saya menjalani ujian masuk S3 untuk program Materials Science and Engineering melalui jalur kolaborasi dengan NIMS. Bentuk ujiannya sebenarnya cukup sederhana: presentasi mengenai hasil riset S2 dan rencana penelitian untuk jenjang S3. Total durasi hanya 15 menit presentasi dan 15 menit sesi tanya jawab.
Sejujurnya, menyiapkan presentasi 15 menit tidak terlalu sulit. Sebagian besar konten riset S2 sudah pernah saya sampaikan dalam student seminar sebelumnya (ceritanya ada di halaman sebelumnya), jadi saya hanya perlu menambahkan hasil terbaru dan kesimpulan final. Namun, untuk ujian ini, saya merasa poin terpenting bukan lagi kualitas data S2 saya—melainkan apakah rencana riset S3 saya terlihat realistis dan bisa diselesaikan dalam waktu tiga tahun, termasuk syarat kelulusan berupa publikasi tiga jurnal first author.
Perasaan sebelum ujian tetap saja membuat deg-degan, mirip dengan saat student seminar. Bedanya, kali ini pengujinya adalah seluruh profesor di program, bukan hanya 4–6 orang seperti biasanya. Atmosfernya terasa lebih formal, lebih serius, dan lebih menekan. Tapi setelah presentasi berjalan, semuanya terasa seperti melewati proses yang sudah familiar.
Begitu ujian selesai, saya langsung kembali pada kenyataan: menyelesaikan riset S2 dan memastikan semua data cukup untuk kelulusan. Untungnya, pengumuman hasil ujian datang cukup cepat—sekitar pertengahan September.
Pada akhirnya, meskipun apa yang saya tulis dalam proposal riset S3 sama sekali tidak berakhir menjadi topik penelitian saya selama doktoral, proses ini mengajarkan satu hal penting:
Tidak semua rencana harus berjalan sempurna. Yang penting adalah fleksibilitas, kemauan untuk menyesuaikan diri, dan kemampuan untuk tetap bergerak maju.
Dan syukurlah, pada akhirnya saya mampu menyelesaikan S3 tepat waktu, memenuhi semua persyaratan, dan bahkan mempublikasikan 3 jurnal first author dalam 3 tahun, dengan total 4 jurnal first author selama 5 tahun studi (2 tahun S2 + 3 tahun S3).
