Apply NIMS Graduate Research Assistanship [S3] (NIMS-GRA)

Artikel ini membahas pengalaman pribadi saya dalam proses pendaftaran S3 (PhD) di Jepang melalui NIMS Graduate Research Assistantship (NIMS-GRA) dan University of Tsukuba pada tahun 2021. Mulai dari persiapan dokumen, penyusunan rencana riset, hingga realita target publikasi selama program doktoral.

Tahun 2021 adalah salah satu tahun paling melelahkan dalam perjalanan akademik saya, seperti yang sudah saya ceritakan di halaman sebelumnya. Proses pendaftaran S3 hampir sama dengan saat saya mendaftar S2: hal terpenting adalah memiliki sertifikat kemampuan bahasa Inggris yang masih berlaku. Setelah itu, barulah bisa mengurus pendaftaran program NIMS-GRA.

Sebenarnya, langkah pertama yang ideal adalah menghubungi calon pembimbing (prospective supervisor). Tapi karena saya sudah berencana melanjutkan S3 dengan pembimbing yang sama seperti saat S2, saya bisa “melewati” tahap itu. Dari sisi dokumen, prosesnya juga sedikit lebih mudah — salah satu surat rekomendasi dapat langsung ditulis oleh pembimbing saya sendiri. Ini berbeda dengan saat mendaftar S2, ketika saya harus meminta rekomendasi dari dosen pembimbing S1 dan satu dosen lain yang pernah bekerja sama dengan saya di ITB.

Sedikit catatan untuk pembaca yang mungkin ingin melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi:


Rajinlah menjaga komunikasi dengan dosen. Hubungan baik memudahkan kita mendapatkan surat rekomendasi, dan pada saat yang sama kita mendapat masukan akademik yang sangat berharga.

Satu hal yang jauh lebih sulit daripada mengumpulkan dokumen adalah menulis rencana penelitian untuk S3. Bagian ini sempat membuat saya sangat stres. Draft pertama saya terasa tidak realistis dan terlalu ambisius, sehingga pembimbing menyarankan agar saya mengubah pendekatannya. Proses revisi ini menghabiskan banyak waktu dan energi, tetapi untungnya pembimbing saya sangat sabar membimbing hingga rencana penelitian itu akhirnya solid dan bisa dikumpulkan.

Setelah lolos seleksi berkas dari NIMS, saya kemudian menyiapkan dokumen tambahan untuk dikirim ke University of Tsukuba. Tibalah hari ujian masuk: saya harus mempresentasikan hasil riset S2 dan rencana riset S3 dalam waktu singkat, sekitar 15 menit.

Dan lucunya — ketika saya sudah resmi menjadi mahasiswa S3, apa yang saya tulis di rencana penelitian itu tidak jadi dikerjakan sama sekali. Topik riset saya berubah total ke arah yang berbeda, sesuatu yang jauh dari rencana awal. Pada akhirnya, saya belajar bahwa riset memang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Yang terpenting adalah tetap fleksibel, bertahan, dan menyelesaikan studi tepat waktu.

Program khusus NIMS-GRA punya syarat kelulusan yang cukup berat: minimal tiga paper sebagai first author dalam tiga tahun. Syukurlah, saya berhasil melampaui target itu — saya mempublikasikan tiga jurnal dalam tiga tahun S3, dengan total empat first-author papers selama lima tahun studi (S2 + S3).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *